Presented by Larasayu Dea. Dedicated to her beloved mother. Powered by Blogger.
RSS

School is Important, Right?

Assalamu'alaikum, guys!

Kali ini gue akan sedikit menumpah ruahkan pikiran-pikiran gue yang selama ini tertanam. Sekedar sharing yaaa :D

Akhir-akhir ini gue agak dikejutkan dengan fenomena-fenomena yang ada di tanah air kita. Tiap hari, gue berangkat kuliah lewat Jalan Baru Juanda itu looh. Dan gue sering banget liat, ada anak-anak yang berkeliaran di jalanan. Padahal, itu jam sekolah. Apa mereka gak sekolah ya? Atau memang belum cukup umur untuk sekolah?


Yang gue tau, kenyataannya itu sekarang kan SD dan SMP sudah gratis. Bahkan, buku pun dipinjamkan oleh pihak sekolah. Lantas? Kenapa masih banyak yang tidak sekolah? Beberapa faktor pun muncul di benak gue.

1. Keuangan

Yak ini adalah masalah utama dalam hidup. Ehem, sebenernya nggak juga sih. Relatif kita ngeliatnya dari sudut pandang keluarga yang mana? Tapi realistis aja, hidup butuh uang. Sekolah pun butuh uang. Mungkin emang biaya sekolah gratis. Tapi seragam? Sepatu? Tas? Alat-alat tulis? Yaa belum ada keringanan untuk hal ini. Mungkin tas dan alat-alat tulis bisa dicicil perlahan. Tapi seragam sekolah? Harganya saja sudah sangat melejit!


Masih banyak banget kebutuhan-kebutuhan sekolah yang tidak gratis dari pemerintah. Misalnya, nanti harus foto copy tugas, atau harus membuat makalah, atau membawa sesuatu untuk bahan praktikum. Begitu mahalnya sekolah, jika dilihat dari sisi seperti ini.


2. Izin

Ternyata, masih ada lho orang tua yang tidak mengizinkan anaknya bersekolah. Ada yang karena masalah adat istiadat, ada juga yang menganggap kalau mencari uang itu lebih penting. Fenomena ini sering pula kita jumpai di sekitar kita. Sayang rasanya apabila anak yang sangat ingin menimba ilmu di sekolah formal, tidak dapat merasakannya hanya karena terpaut izin semata.

3. Kurangnya daya tampung sekolah, umur siswa, dsb

Nah yang satu ini merupakan faktor x. Gue juga baru mengalami ini. Adik gue sih tepatnya. Dia telat masuk SD karena tidak mencukupi umur. Minimal umur 6 tahun. Tapi adik gue 6 tahun kurang 14 hari. Dan itu ditolak oleh pihak sekolah. Masalah umur ini dialami oleh setiap peserta yang berusia kurang dari 6 tahun dan hendak mendaftar ke Sekolah Dasar Negeri. Kalau swasta, bisa saja. Tapi, mahalnya itu lho! Kadang-kadang bisa mencapai 2 kali lipat dari sekolah negeri.

Dan itulah 3 faktor penghambat yang bisa gue temukan. Mungkin ada lagi. Tapi gue aja yang belum sadar. Pasti masih ada faktor-faktor lain yang menghambat anak untuk bersekolah.

Yaaah itu aja paling yang bisa gue share hari ini. Kalo ada masukan, kritik, atau mungkin tambahan buat posting maupun blog gue, silahkan di berikan di comment atau di shoutbox sebelah kiri yaaa.

Cheers! Keep trying, keep believing, keep praying.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Post a Comment