"Why do people love running in circles?" - @aMrazing
Baru saja saya membaca tweet ini di timeline saya.
Seketika saya bertanya pada diri saya sendiri, "Mengapa hidup penuh komplikasi?"
Dan seketika pula saya menjawab pertanyaan itu,
"Jalan lurus tidak selalu mulus. Jalan berliku tidak selalu beresiko. Live your own life." - @LarasDea
Circles
Reason
Tiba-tiba terlintas di benak saya.
Apalah arti media sekarang ini.
Jika hanya menimbulkan propoganda.
Apalah arti berita sekarang ini.
Jika hanya memenangkan satu organisasi politik semata.
Lantas, untuk apakah media itu?
Untuk apakah komunikasi tercipta?
Jika semua berpura-pura
Pada topeng kekuasaan
-------------------------------------------------------------------
Akhir-akhir ini saya merasa pikiran saya sangat pelik. Seperti yang teman-teman saksikan di tulisan saya yang kian melenceng dari tujuan saya membuat blog ini sebelumnya.
Saya bukan politikus. Saya juga bukan seorang profesor ternama. Saya hanya manusia yang menggunakan hak azasi manusia saya sesuai pasal 28. Bebas berpendapat.
Tidak salah bukan?
Maaf bila saya melantur.
Ini isi hati saya, isi pikiran saya, hasil peluh yang saya lihat, saya dengar, dan saya rasakan.
When I Realized
Assalamu'alaikum guys!
Terketuk hati saya ketika kemarin saya melihat seorang anak kecil yang berjualan keripik. Hanya keripik biasa memang. Keripik jagung yang dipukul agar gepeng lalu digoreng dan diberi bumbu. Saya bertanya pada anak kecil itu...
Saya : "Nggak sekolah dek?"
Anak : "Nggak mbak."
Saya : "Loh kenapa?"
Anak : "Kalau saya sekolah, nanti adik-adik saya makan apa?"
Seketika hati saya berdesir.
Inikah Jakarta Kota Metropolitan?
Yang nyatanya memberi sejuta kesulitan
Inikah Ibukota Indonesia?
Yang nyatanya banyak asa terhempas sia-sia
Inikah panorama kehidupan Jakarta?
Yang nyatanya terlunta ditelan dusta
Inikah?





